Suatu masa tanpa iman
bagai musim dingin yang penuhi udara
diatas aliran sungai yang membeku
sungai dingin gelap yang dalam
Merajut benang-benang keimanan meniti gersangnya hamparan pasir ampunan-Nya mendamba asa Illahi
Jumat, 01 Juni 2012
Indahnya Rumah Tangga di Bawah Naungan Manhaj Nubuwwah
Sumber:
http://jilbab.or.id)
Oleh Ust. Abu Ahmad bin Syamsyuddin
Rumah Tangga Sebuah Amanah
Kewajiban paling utama, tanggung jawab
paling besar, dan amanah paling berat adalah pendidikan terhadap
keluarga dan bimbingan untuk rumah tangga, berawal dari diri sendiri
kemudian istri, anak-anak , dan kerabatnya. Inilah yang dimaksud firman
Allah:
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ
قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارً۬ا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ
وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡہَا مَلَـٰٓٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ۬ شِدَادٌ۬ لَّا يَعۡصُونَ
ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ (٦)
Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api naar yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang
keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. 66:6)
Pendidikan
keluarga bukan sekedar kegiatan sambilan, pemikiran sedeharna, atau
upaya ala kadarnya. Namun pendidikan keluarga merupakan kebutuhan asasi
dan masalah yang sangat urgen serta memiliki konsekuensi jauh ke depan
dalam menentukan masa depan rumah tangga. Seorang muslim harus
bertanggung jawab atas segala kekurangan dan kesesatan yang terjadi di
tengah keluarganya. Dari Ibnu Umar Rodhiyalloohu ‘Anhuma berkata: aku
mendengar Rosulullooh Shololloohu ‘alaihi wassallam bersabda:
“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepimpinannya, seorang imam adalah pemimpin, dan akan diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dan akan diminta tanggung jawab atas atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan diminta tanggung jawabnya, serta pembantu penanggung jawab atas harta benda majikannya dan akan diminta tanggung jawabnya”.
(Shohih, diriwayatkan oleh Bukhori dalam Shohih-nya: 893, 2409, 2554, 2558, 2571, 5188, dan 7138. Muslim dalam Shohih-nya: 4701, dan Tirmidzi dalam Sunan-nya: 1705)
Keluarga yang baik merupakan nikmat yang
paling agung dan karunia yang palingberharga dan tidak ada yang mampu
menghargai dan mengenali nilainya kecuali orang yang telah memiliki
keluarga hancur dan rumah tangga berantakan sehingga kehidupan laksana
terkurung oleh hawa neraka, dan hari-harinya hampir diwarnai perih dan
pilu karena keluarga berantakan.
http://jilbab.or.id)
Langganan:
Komentar (Atom)